Keganasan Densus 88 Mabes Polri dalam membekuk para pelaku aksi teror, tidak membuat para teroris gentar. Terbukti, ledakan bom terjadi lagi di Jakarta, tepatnya di dekat kantor Pos Polisi (Pospol), depan Pasar Sumber Arta, Kalimalang, Jakarta Timur, Kamis (30/9/2010) sekitar pukul 08.00.
Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri Komjen Pol. Ito Sumardi seperti dikutip Detik.com mengatakan, pihaknya menduga ledakan tersebut bersumber dari bom rakitan.
"Tapi kami masih menelitinya lebih jauh," kata dia.
Menurut informasi yang diperoleh Okezone.com, bom itu dibawa seorang laki-laki beinisial AH dengan menggunakan sepeda ontel. Saat kejadian, pemuda berhidung mancung itu tengah melintasi wilayah Jakarta yang berbatasan dengan wilayah Bekasi Barat, Jawa Barat, tersebut, dan bom rakitan yang meledak ditaruh diboncengan.
Entah karena tak sengaja atau lokasi itu memang menjadi target, bom yang berisi serbuk halus dan paku-paku tersebut meledak. AH kontan terpental dari sepedanya. Dalam keadaan luka parah, AH berusaha melarikan diri, namun berhasil ditangkap polisi yang bertugas di Pospol Pasar Sumber Artha, dan dilarikan ke RS Polri Keramatjati, Jakarta Timur.
"Dia meninggal kira-kira jam 10.00," Kepala Bidang Penerangan Umum (Kabidpenum) Mabes Polri Kombes Pol. Marwoto Soeto memberitahu wartawan.
Menurut Aipda Sugianto, petugas Pospol Sumber Arta, AH berkulit coklat sawo matang, berhidung mancung dan memiliki tinggi sekitar 168 cm. Pria ini juga berambut pendek, berjenggot, berkumis, dan mengenakan baju koko yang dipadu celana bahan berwarna biru.
"Dia mengalami luka di bagian wajah dan leher. Anggota kami selamat dan tidak luka sedikit pun,” imbuhnya.
Polisi menyita sepeda ontel yang dikendarai pelaku, serpihan logam, paku sepanjang 4 centimeter, serbuk putih, paralon 8 centimeter, priuk alumunium, dan kantong pelastik hitam sebagai barang bukti. Pada sepeda yang disita, polisi menemukan bungkusan kecil yang diikat dengan kuat, dan pada bungkusan tersebut tertera tulisan; “Ini adalah pembalasan pada sekutu-sekutu setan yang telah membunuh dan menghukum mati mujahidin kami”.
Diduga para teroris sedang merancang aksi untuk kembali melakukan teror bom di Jakarta, dan jika bom yang dibawa hanya kebetulan meledak di depan Pasar Sumber Artha, bisa jadi saat bom leledak AH sedang dalam perjalanan menuju lokasi dimana rekan-rekannya telah menunggu.
Yang pasti, peristiwa ini membuat polisi kian waspada untuk mengantisipasi terjadinya kembali ledakan bom di Jakarta maupun kota-kota lain di Indonesia. Para teroris memang telah menabuh genderang perang sejak Densus 88 menangkapi anggota jaringan mereka di Medan dan Lampung pada 19 September 2010. Bukti bahwa teroris telah menabuh genderang perang terindikasi dari serangan mereka terhadap kantor Polsek Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumatera Utara, pada 22 September 2010 yang menewaskan 3 polisi yang bertugas di Polsek tersebut.
Selasa, 09 September 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar