Tsunami setinggi tiga meter yang terjadi usai gempa besar di Mentawai, Sumatera Barat, Senin (25/10/2010) pukul 21.42 WIB, tidak terdeteksi Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Untung, tsunami tersebut tidak menyebabkan musibah dahsyat seperti yang terjadi di Aceh pada Desember 2006.
Kepastian adanya tsunami tersebut diungkap Rick Hallet, peselancar asal Australia yang sedang berada di perairan Pulau Mentawai.
Seperti dikutip VIVAnews dari laman Nine Network, Selasa (26/10/2010), kepada media tersebut Rick menjelaskan, saat gempa berskala 7,2 pada skala Ritcher (SR) tersebut terjadi, dia dan 14 rekannya sedang berada di sebuah perahu boat carteran untuk bersurfing ria.
"Lalu datang gelombang dahsyat berwarna putih setinggi tiga meter, dan gelombang itu mendorong sebuah perahu ke arah boat kami, dan menabraknya. Terjadi ledakan, dan muncul kobaran api di bagian belakang kapal," ujar Hallet.
Pria ini mengaku, dia langsung memerintahkan semua rekannya untuk pergi ke dek teratas, dan melemparkan benda apapun yang bisa mengapung, seperti papan selancar, dan kemudian terjun ke laut. Ombak putih lalu menggulung mereka, dan di antaranya ada yang terseret hingga 200 meter ke arah Pulau Mentawai, dan menyelamatkan diri di atas pohon hingga diselamatkan perahu lain 90 menit kemudian.
"Untungnya tak ada satupun di antara kami yang hilang atau tewas, namun saya melihat banyak puing-puing yang mungkin berasal dari sebuah resort di Pulau Pagai," Hallet menutup ceritanya.
Gempa pada Senin (25/10/2010) malam di Pulau Mentawai berpusat di barat daya Pulau Pagai. Gempa yang menurut versi BMKG berkekuatan 7,2 pada SR, namun menurut United States Geological Survei (USGS) berkekuatan 7,7 pada SR, terjadi pada kedalaman 10 km di bawah permukaan laut, dan guncangannya terasa hingga di sejumlah kabupaten/kota di Sumatera Barat, di Kabupaten Kerinci (Jambi), dan Kabupaten Muko-muko (Bengkulu). BMKG langsung mengeluarkan peringatan bahaya tsunami, dan meminta warga menjauhi pantai. Tak pelak, warga pun berduyun-duyun menyelamatkan diri ke dataran tinggi karena tak ingin menjadi korban.
Selain BMKG, Pacific Tsunami Warning Center yang berpusat di Hawaii, juga memperingatkan tentang adanya bahaya tsunami pascagempa yang menurut mereka berkekuatan 7,5 pada SR dengan berkedalaman 33 km tersebut. Lembaga ini bahkan mengatakan, tsunami akan menghantam Kepulauan Siberut pada pukul 22.10, Bengkulu pada pukul 22.27 dan Padang pada 22.28 WIB, namun tidak dalam skala besar. Namun hingga waktu yang disebutkan lewat, tak ada tsunami yang terjadi. BMKG pun mencabut peringatannya.
Meski tidak menimbulkan tsunami dahsyat, gempa besar ini diikuti tiga gempa dengan kekuatan sekitar 5 pada SR. Gempa susulan pertama yang berkekuatan 5,5 pada SR terjadi pukul 22.21 dengan kedalaman 22 kilometer. gempa ini berpusat di 89 km barat daya Pagai Selatan, Mentawai. Gempa susulan kedua yang berkekuatan 5 pada SR, terjadi pukul 22.31 dengan kedalaman 34 km. Gempa ini berpusat di 51 km barat daya Pagai Selatan. Gempa susulan ketiga yang juga berkekuatan 5 pada SR, terjadi pukul 22.55 dengan kedalaman 39 km. Gempa ini berpusat di 97 km barat daya Pagai Selatan.
Deputi Ilmu Pengetahuan Kebumian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Hery Harjono, kepada Media Indonesia mengatakan, gempa ini sesuai dengan yang telah diprediksi sebelumnya.
"Gempa berkekuatan 7,9 pada SR yang mengguncang Sumatera Barat pada 30 September 2009, belum melepas seluruh energi gempa di Mentawai. Kita sudah cukup lama melakukan pemetaan, dan hasilnya adalah, bahwa pada patahan lempeng tektonik di Mentawai belum melepaskan seluruh energinya. Potensi gempa (besar) ini bahkan sudah kita beritahu sejak Agustus 2004," katanya.
Berdasarkan fakta ini, Hery meyakini kalau di Mentawai masih berpotensi terjadi gempa susulan, tapi gempa yang mengikuti relatif lebih kecil.
Selain di Mentawai, pada Senin (25/10/2010) malam gempa juga mengguncang Gorontalo dengan kekuatan 5,8 pada SR, dan Tual (Maluku) dengan kekuatan 5,1 pada SR. Gempa di Gorontalo terjadi pada pukul 20.05 Wita.
Selasa, 22 Oktober 2013
Tsunami di Perairan Mentawai Tidak Terdeteksi BMKG

Artikel Terkait Tsunami di Perairan Mentawai Tidak Terdeteksi BMKG :
Gayus Divonis 7 Tahun PenjaraMajelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memvonis Gayus HP. Tambunan, terdakwa kasus mafia pajak dan mafia hukum dengan hukuman 7 tahun penjara. Mantan pegawai Direktorat Jenderal pajak golong ... readmore
Tabrakan Maut Tewaskan SimoncelliSimoncelli semasa hidup.Dunia balap kembali berduka. Pembalap Italia Marco Simoncelli tewas setelah mengalami kecelakaan di MotoGP Malaysia, Minggu (23/10/2011). Pembalap berusia 24 tahun itu jatuh d ... readmore
Gunung Sinabung 'Tidur' LagiGunung Sinabung kembali meneruskan tidur panjangnya setelah membuat kubah lava baru untuk menutup kawahnya, Senin (30/8/2010) pukul 06.30 WIB. Para ahli gunung api menyebut gundukan baru di tengah ka ... readmore
Belerang Merapi Rambah Boyolali, Warga Sangup PingsanLetusan Merapi pada Senin (1/11/2010) tak hanya membuat Kabupaten Semarang, Boyolali, dan Salatiga mengalami hujan abu vulkanik, tapi juga membuat puluhan warga Desa Sangup, Kecataman Musuk, Boyolali ... readmore
Peraturan Kartu Kredit Akan DiperbaharuiBank Indonesia akan memperbaharui ketentuan kepemilikan kartu kredit dengan memberlakukan kembali syarat pendapatan minimal pemilik kartu kredit sebesar 3 x upah minimum regional (UMR). Peraturan yan ... readmore
Istri Nazaruddin Kini Jadi Buruan InterpolProfil Neneng Sri Wahyuni, istri mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, akhirnya ditayangkan di laman resmi Interpol. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya menetapkan Nene ... readmore
Akui Gay, Robbie Rogers Mundur dari SepakbolaMANTAN pemain Leeds United yang hingga bulan lalu masih merumput untuk Stevenage, salah satu klub Divisi Satu Inggris, membuat pernyataan mencengangkan mengenai alasan mengapa ia meninggalkan klubnya ... readmore
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar