Sumber Artikel Internet

Minggu, 01 Desember 2013

Sejumlah Madrasah di Jatim Diajar Guru Tambahan dari AS??

Peace Corps, sebuah lembaga relawan di Amerika Serikat (AS), mengerahkan personilnya untuk menjadi guru tambahan di sejumlah madrasah dan sekolah negeri di Jawa Timur (Jatim). Materi yang mereka ajarkan adalah pemahaman soal AS, dan budaya serta karakter masyarakat Indonesia. Mereka telah 19 bulan mengajar di sekolah-sekolah itu.

Seperti dilansir VIVAnews, salah seorang relawan, Angela Boey, 25, yang mendapat tugas mengajar di Madrasah Aliyah Negeri Telogo, Blitar, mengaku awalnya kesulitan menghadapi para siswa. Salah satu masalah siswa di sekolah tersebut, kata Angela, adalah rasa tidak percaya diri untuk berbicara dalam bahasa Inggris.

"Mereka tidak cukup berani untuk berbicara bahasa Inggris. Akhirnya setelah melihat saya mencoba berbicara bahasa Indonesia dengan banyak kesalahan, mereka mulai sadar, kalau manusia melakukan kesalahan," kata Angela pada sebuah Roundtable Discussion di Jakarta, Senin 24 Oktober 2011.

"Tugas saya adalah menanamkan hasrat mereka untuk berbicara, belajar dan membaca dalam bahasa Inggris," lanjut Angela lagi.

Mengajar di madrasah, Angela mengaku mendapatkan pengetahuan banyak soal agama Islam dan masyarakatnya di Indonesia. Wanita keturunan Malaysia ini mengaku tidak tahu banyak soal Islam. Dari informasi yang dia peroleh di televisi, Islam itu penuh dengan peperangan dan beberapa bahkan radikal.

"Berada di Indonesia memberikan saya pemahaman bahwa Islam sebenarnya tidak seperti itu," jelas Angela.

Pengalaman yang sama juga dialami oleh Travis Bluemling yang mengajar di SMA Negeri Candipuro, Lumajang. Pria 27 tahun ini mengaku justru belajar banyak dari bekerja mengajar di Indonesia. Travis mengatakan bahkan sempat mengikuti tradisi berpuasa dan beribadah secara Islam untuk memahami lebih dalam kebudayaan setempat.

"Saya juga sempat mengunjungi beberapa daerah di Indonesia yang sangat indah. Saya berencana mengunjungi seluruh wilayah di Indonesia sebelum pulang ke Amerika," kata Travis yang mengaku keranjingan makan pecel ini.

Pengajar lainnya, Giovana Bocanegra, mengaku kagum dengan sikap toleransi yang dianut oleh masyarakat Indonesia. Wanita 23 tahun yang mengajar di SMA Negeri Dringu, Probolinggo, mengatakan nilai-nilai inilah yang nantinya akan dia bawa dan ceritakan kepada masyarakat di AS.

"Saya akan menceritakan toleransi, kebudayaan, komunitas keagamaan, dan jalan hidup masyarakat Indonesia yang luar biasa," kata Giovana, penggemar bakso.

Bertukar budaya

Wakil Direktur Peace Corps, Carolyn Hessler-Radelet, mengatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara tujuan para relawan di Amerika Serikat. Salah satu tujuan utama dari program ini, ujarnya, adalah memperkenalkan budaya AS di Indonesia dan membawa budaya Indonesia kepada masyarakat AS.

"Para relawan ini akan meninggalkan sebagian diri mereka di Indonesia, dan memperkenalkan Indonesia di AS. Mereka nantinya ibarat duta besar warga Indonesia," kata wanita yang akrab disapa Carrie ini.

Carrie mengatakan saat ini terdapat 43 relawan asal AS yang mengajar di berbagai wilayah di Jawa Timur. Dalam sembilan bulan ke depan, akan terdapat sekitar 70-75 relawan tambahan yang mengajar bukan hanya di Jatim, rencananya juga akan diperluas ke Jawa Barat, Banten, dan Sulawesi Selatan.

"Ini adalah bentuk kerja sama antar masyarakat kedua negara yang merupakan bagian dari perjanjian comprehensive partnership yang dicanangkan oleh Presiden Barack Obama," kata Carrie.

Ini adalah kali pertama dimulainya kembali program relawan Peace Corps di Indonesia. Sebelumnya, program Peace Corps di Indonesia sempat terhenti pada tahun 1965 karena situasi yang tengah memanas kala itu. Akhirnya pada 2010, program dilanjutkan setelah situasi Indonesia dinilai aman.

Saat ini, terdapat lebih dari 8.000 relawan Peace Corps di 77 negara di dunia. Para relawan akan bekerja selama 27 bulan di negara tujuan. Selain pendidikan, bidang lain yang menjadi gugus tugas Peace Corps adalah dalam bidang kesehatan, pengembangan bisnis, pertanian, dan pengembangan pemuda.

Sejumlah Madrasah di Jatim Diajar Guru Tambahan dari AS?? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 komentar:

Posting Komentar