Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DI) dan Jawa Tengah (Jateng) keteteran menangani pengungsi akibat letusan Gunung Merapi. Pasalnya, mereka kekurangan dana untuk membiayai makan mereka setiap hari.
Seperti dikutip dari Media Indonesia, Senin (8/11/2010), saat ini pengungsi di Jateng yang berjumlah sekitar 224.000 jiwa dan terdiri dari warga Kabupaten Magelang, Klaten, dan Boyolali, membutuhkan biaya makan minimal Rp. 1 miliar/hari dengan asumsi per jiwa mendapat jatah Rp. 5.000/hari. Sementara di Yogyakarta, dengan jumlah pengungsi mencapai 60.000 orang dibutuhkan dana sekitar Rp. 3 miliar/hari dengan asumsi setiap jiwa juga mendapatkan jatah Rp. 5.000/hari.
“Kami sebenarnya telah menyiapkan dana sebesar Rp. 21 miliar untuk menangani masalah ini, tapi karena jumlah pengungsi terus bertambah, apalagi kalau bencana Merapi tak kunjung selesai, kami khawatir dana itu kurang,” ujar Gubernur Jateng Bibit Waluyo, Minggu (7/11/2010), di sela-sela kunjungan ke posko pengungsian di pendopo Kabupaten Boyolali.
Hal ini dibenarkan Direktur Pengurangan Risiko Bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho. Dia mengatakan, dengan jatah makan Rp. 5.000/jiwa, Pemprov Jateng sedikitnya membutuhkan dana Rp1,5 miliar/hari.
“Dengan jumlah sebesar itu, Pemprov memang tidak bakal sanggup menanggung dana logistik untuk pengungsi,” katanya.
Diakui, sebenarnya dana cadangan untuk penanggulangan bencana yang dimiliki pemerintah pusat, melimpah, yakni Rp.3,8 triliun. Tapi sayangnya, belum ada satupun kabupaten atau kota yang menampung pengungsi, mengajukan permohonan dana on call atau dana darurat ke BNPB.
“Karenanya, kami berharap pemerintah daerah segera mengajukan biaya bagi pengungsi ke BNPB,” imbuhnya.Hingga Minggu petang, BNPB mencatat, jumlah total pengungsi di Jateng dan DIY sebanyak 289.613 jiwa, sementara korban tewas mencapai 135 orang. Detik.com melaporkan, Senin (8/11/2010) pagi 30 Anggota tim SAR yang dikerahkan ke Dusun Ngancar, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY, menemukan lagi lima jenazah di sekitar dusun itu. 3 dari kelima jenazah tersebut ditemukan di barak pengungsian, sedangkan 2 lagi ditemukan di retuntuhan rumah warga. Kelima jenazah yang tertimbun abu vulkanik yang dimuntahkan Merapi tersebut dalam keadaan tidak utuh lagi, dan sulit dikenali identitasnya. Oleh tim SAR, jenazah dilarikan ke RS Sardjito, DIY, untuk divisum dan diindetifikasi.
Sementara itu, seperti dilaporkan VIVAnews, hingga Senin (8/11/2010) pagi, aktivitas Gunung Merapi belum juga reda karena berdasarkan data Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) diketahui, sejak pukul 00.00-06.00 WIB guguran lava dan awan panas terus terjadi secara beruntun. Selain itu, letusan juga kerap terjadi.Pengamat Gunung Merapi dari Ketep, melaporkan, terlihat asap setinggi 1 kilometer disertai suara gemuruh keras. Di Ketep bahkan terjadi hujan abu dengan arah angin ke barat dan barat laut. Sedang pengamat dari Klaten melaporkan, terlihat kolom setinggi 3-4 km, tekanan kuat, warna abu-abu muda dengan arah condong ke barat daya, diiringi suara gemuruh yang keras. Aliran awan panas teramati mengalir ke Kali Gendol dan Kali Woro.
Badan ini juga melaporkan, hingga pukul 08.23 WIB, berdasarkan hasil pemantauan instrumentasi dan visual menunjukkan aktivitas Gunung Merapi pada tingkat Awas (level 4). Ancaman bahaya Gunung Merapi dapat berupa awan panas dan lahar. Wilayah yang aman bagi para pengungsi adalah di luar radius 20 km dari puncak Merapi.
Saat ini, endapan material hasil erupsi di sepanjang alur sungai yang berhulu di puncak Merapi semakin besar. Endapan tersebut berpotensi menjadi lahar, apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Namun demikian seperti dilaporkan Detik.com, Kepala Badan Penyelidikan dan Penelitian Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta Subandrio mengatakan, meski hingga Senin pagi ini aktivitas Merapi masih tinggi, namun kekuatannya relatif menurun dibanding hari Minggu (7/11/2010) dan beberapa hari sebelumnya. Bahkan dia mengatakan, zona aman Merapi yang berjarak 20 km dari puncak Merapi hanya untuk wilayah di arah selatan, tenggara dan barat Merapi.
“Untuk barat laut dan utara, bagian Kabupaten Boyolali dan sebagian Klaten, jarak aman 10 km daro puncak Merapi," imbuhnya.
Kamis, 26 Juni 2014
Pemprov Jateng dan DIY Keteteran Tangani Pengungsi

Artikel Terkait Pemprov Jateng dan DIY Keteteran Tangani Pengungsi :
Eks Simbol Seks Dunia Jadi Balon Presiden PerancisBom sex era 1970-an, Brigitte Bardot, mengejutkan masyarakat di negaranya, Perancis. Pasalnya, artis yang pada 1973 mengundurkan diri dari dunia hiburan 'hanya' untuk menjadi aktivis hak pembela bina ... readmore
Angelina Dicopot dari Jabatan Wasekjen Partai DemokratSudah jatuh ditimpa tangga. Begitulah nasib yang dialami Angelina Sondakh. Putri Indonesia 2001 yang juga anggota Komisi X DPR RI plus anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI itu dicopot dari jabatan ... readmore
Gayus Divonis 7 Tahun PenjaraMajelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memvonis Gayus HP. Tambunan, terdakwa kasus mafia pajak dan mafia hukum dengan hukuman 7 tahun penjara. Mantan pegawai Direktorat Jenderal pajak golong ... readmore
Ratusan Pulau di Maluku Terancam TenggelamRatusan pulau di Maluku terancam tenggelam dalam kurun waktu 20-30 tahun mendatang. Hal itu disebabkan semakin meningginya permukaan air laut akibat dampak dari pemanasan global. Seperti dilansir VIV ... readmore
Potensi Bencana 2011Pada tahun-tahun belakangan ini bencana yang terjadi di Indonesia terhitung terus meningkat, namun teramat sulit untuk diperkirakankan kapan tiba pada puncaknya. Kita berharap jumlah bencana itu akan ... readmore
Nasib Cagar Budaya di Jakarta - 1 (Rawan Punah)Rumah Cantik. Pasal 1 ayat (1) UU No 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya menegaskan bahwa bangunan cagar budaya perlu dilestarikan karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidi ... readmore
Pernikahan William - Kate Hipnotis Masyarakat DuniaPada 1981, ketika Lady Diana dan Pangeran Charles menikah, mata seluruh penduduk dunia terpaku ke Inggris untuk menyaksikan pernikahan bak dongeng Cinderella, karena Diana yang hanya guru TK, dinikah ... readmore
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar