![]() |
SBY menerima gelar Potuan Sorimulia. |
Penghargaan paling prestisius yang pernah diterimanya antara lain Knight Grand Cross in the Order of Bath yang juga dianugerahkan Ratu Inggris Elizabeth II kepada Presiden AS Ronald Reagan, Presiden Perancis Jacques Chirac dan Presiden Turki Abdullah Gul.
Selain gelar kehormatan, SBY juga menerima begitu banyak penghargaan dari komunitas bisnis dan praktisi. Di antaranya Gold Standard Awards untuk kategori Komunikasi Politik dari panel praktisi komunikasi korporat dan publik yang tergabung dalam The Public Affairs Asia yang diberikan pada 4 Februari 2010 di Gedung Press Foreign Correspondence Club, Hongkong; penghargaan dari masyarakat bisnis Amerika dan ASEAN yang berpusat di New York karena dianggap memajukan perekonomian Indonesia dari ancaman krisis global, yang penghargaannya diberikan pada 29 September 2012; dan penghargaan dari tiga organisasi lingkungan hidup dunia atas prestasinya memprakarsai segitiga terumbu karang serta melestarikan sumber daya laut dan pesisir pantai.
Khusus penghargaan yang masuk kategori gelar kehormatan, SBY telah menerimanya sebanyak delapan kali. Sayangnya, pemberian dua dari kedelapan gelar ini menuai kontroversi. Inilah kedelapan gelar kehormatan untuk SBY tersebut yang datanya dicomot dari obornews.com:
1. Honoris Causa Doctor of Philosophy in Leadership of Peace.
Gelar ini diberikan oleh Universitas Utara Malaysia pada Desember 2012 ini, dan diserahkan bersamaan dengan diselenggarakannya Konsultasi Tahunan ke-9 yang diikuti menteri dan pejabat tinggi Indonesia dan Malaysia.
Konsultasi Tahunan (Annual Consultations) merupakan forum tertinggi dalam mekanisme hubungan bilateral Indonesia-Malaysia. Forum ini akan dimanfaatkan Presiden Yudhoyono untuk membahas upaya penguatan hubungan bilateral serta isu-isu yang menjadi prioritas kedua negara seperti perlindungan WNI dan TKI, isu perbatasan, perdagangan, dan investasi. Konsultasi tahunan sebelumnya dilangsungkan di Lombok pada bulan Oktober 2011.
2. Gelar 'La Senor' dari Ekuador
Gelar ini diberikan oleh Walikota Quito, Augusto Barrera, dalam sebuah upacara penghormatan di Museo de la Ciudad, di Pusat Kebudayaan Quito, pada 23 Juni 2012. Dengan mendapatkan gelar itu, maka SBY menjadi warga kehormatan di salah satu kota di Ekuador itu. Tujuan pemberian gelar kehormatan ini jelas, yakni agar hubungan Indonesia dengan Ekuador semakin erat dan mesra.
3. Bintang Darjah Kerabat Laila Utama dari Brunei Darussalam
Penghargaan ini diterima SBY pada 27 Februari 2012, dan diberikan langsung oleh Sultan Brunei Hassanal Bolkiah di Istana Nurul Iman, Bandar Seri Begawan. Upacara pemberian bintang kehormatan ini dilakukan dalam sebuah upacara kenegaraan yang dilanjutkan dengan pertemuan formal antara SBY dengan Sultan, dan diakhiri dengan acara makan malam.
4. Gelar Knight Grand Cross in the Order of Bath dari Inggris
Gelar Ksatria Salib dalam Ordo Bath ini diberikan Ratu Inggris Elizabeth II kepada SBY pada 29 Oktober 2012. Tak jelas apa yang membuat Kerajaan Inggris menganugerahkan gelar ini kepada SBY, namun yang pasti, gelar ini juga pernah diberikan Kerajaan Inggris kepada Presiden AS Ronald Reagan, Presiden Perancis Jacques Chirac dan Presiden Turki Abdullah Gul
5. Gelar Adat Melayu Jambi
SBY merupakan presiden pertama Indonesia yang mendapatkan gelar ini, karena sebelumnya gelar diterima oleh parav tokoh nasional seperti mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Edi Sudrajat dan Faisal Tanjung.
Gelar diterima pada 21 September 2011, bersamaan dengan dibukanya Musyawarah Lembaga Adat se-Sumatera.
6. Gelar Maharajo Pamuncak Sari Alam dari Minangkabau
Gelar ini diterima SBY pada 22 September 2006. Menurut Ketua Umum Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau, Kamardi Rais Datuk P. Simulie, gelar Sangsako adalah gelar untuk diri pribadi si penerima yang telah menenamkan budi dan memberikan jasa.
"Gelar ini tidak dapat diturunkan kepada anak kemenakan, tidak seperti gelar adat sako di Minangkabau, yaitu gelar datuk atau penghulu yang diwariskan kepada kemenakan," ujarnya.
Bersamaan dengan diberikannya gelar ini kepada SBY, masyarakat Minangkabau juga menganugerahkan Ibu Ani Yudhoyono gelar "Puan Puti Ambun Suri".
7, Gelar adat Patuan Sorimulia Raja dari Lembaga Batak Puak Angkola
Gelar ini diterima SBY pada Januari 2011, yang berarti Paduka Tuan yang memberikan kemakmuran, keteladanan dan kenyamanan. Pemberian gelar ini sempat menjadi kontroversi karena hingga saat itu SBY dianggap sama sekali tidak pernah berjasa kepada warga Batak, sehingga pemberian gelar dianggap tanpa dasar yang kuat dan telah menghilangkan nilai sakral pemberian gelar tersebut.
Salah satu pihak yang mengecam adalah antropolog Universitas Negeri Medan, Bungaran Simanjuntak. "Saya kira kalau saya ke Solo, ada kawan saya di dalam, saya minta gelar akan dikasih, tetapi saya harus memberi sesuatu," ujarnya.
8. Gelar Bapak Demokrasi dari KNPI
Gelar ini diterima SBY pada 21 Oktober 2012, namun pemberian gelar ini pun menyulut kontrioversi karena kala itu Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) sedang pecah menjadi dua kubu, yakni yang dipimpin Akbar Zulfikar dan yang dipimpin Taufan EN Rotorasiko. Gelar diberikan oleh KNPI kubu Taufan.
Kubu Akbar mengklaim, KNPI yang sah adalah yang dipimpinnya, sehingga pemberian gelar itu ilegal. Kubu ini bahkan menyesalkan tindakan SBY yang menerima gelar itu, karena mestinya SBY tahu kalau KNPI sedang dililit konflik.
0 komentar:
Posting Komentar